Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

mengenai pulang #1

Entah berapa orang yang berhasil kembali ke asalnya dengan tanpa membawa dosa baru semasa perjalanan panjangnya. Berhasil menghapuskan segala kesalahannya dan diterima sebagai makhluk yang baru lahir dan benar merasa pulang, pulang untuk tidak melakukan perjalanan lagi.

Banyak orang yang akhirnya memutuskan untuk tidak pernah melihat ke belakang karena terlalu menyakitkan; menyakitkan mengenang segala masa lalu atau menyakitkan menanggung semua perbuatan yang ia lakukan ketika meninggalkan rumahnya.

Apabila Jung mengatakan bahwa perjalanan manusia yang sempurna adalah menerima yang terjadi kini, maka pulang bukanlah jalan mencapai kesempurnaan. Tidak seperti Freud yang menginginkan kita untuk berdamai dengan masa lalu dengan kembali mengoreknya dan mengatakan "baik, itu semua tidak ada..." .... tapi akhirnya kita pun meninggalkan rumah itu.

Entah makna pulang sesungguhnya itu apa karena toh setelah pulang kita pun melanjutkan perjalanan baru yang mungkin mengharuskan kita untuk pergi lagi. Feels like home, apa rasa itu benar berjudul rumah tempat tujuan pulang kita? 

... pulang ke rumah Tuhan ... selesaikah perjalanan kita?
berdasarkan kitab suci, tidak,
masih ada cerita lagi, pengadilan.
lalu,
seusai diberikan balasan, apakah selesai?
Tidak,
ada perjalanan baru menjalani sanksi.
Sanksi yang baik atau
Sanki yang benar baik.

apa guna kita mengatakan pulang.
berusaha pulang.
toh kita akan pergi lagi.

a wedding: Gelly and Aldo

A photo posted by Prilja H. (@prilja) on

...this morning might be the best morning ever in my life so far. I woke up with someone that I adore and love with his sleepy peace face. Open the shade and saw morning light through the window and said "wake up, it's morning. we had a great night and now great morning too..."
dua malam kemarin kuhabiskan bersama Ming dan teman-teman untuk pernikahan Aldo dan Gelly. Dua orang kamerad yang akhirnya mengikat sumpah di altar gereja Sabtu lalu. Ini merupakan pengalaman pertamaku menghadiri pemberkatan pernikah di gereja katolik. Selama ini aku hanya menghadiri akad nikah di masjid dan mendengar ijab kabul. Kemarin, aku akhirnya mendengar bentuk sumpah lain yang, entah karena ini pengalaman baru, terasa lebih khidmat dengan segala prosesinya. Walau sempat tertidur di bangku penerima tamu karena mengurus beberapa hal hingga dini hari untuk persiapan pernikahan ini, aku sempat dibangunkan sebelum akhirnya mendengarkan lagu Ave Maria yang dikumandangkan ketika kedua pengantin menghadap Bunda Maria. 

Saturday the 8th is the most fun wedding day ever with lot of Chinese. Yep, pengalaman multikultural ini membuat diriku kadang tertawa kecil dalam hati saat menghadapi tamu-tamu yang berdatangan, bukan mengejek, tapi karena merasa berbeda dari pengalaman menerima tamu di resepsi-resepsi keluarga sebelumnya. Salah satu yang unik adalah pemberian nomor sesuai data di buku tamu pada amplop angpao dari para tamu. Orang-orang yang datang juga sibuk meminjam pulpen apabila mereka lupa menuliskan nama pada amplop mereka. Dari nalarku dan Ming, pemberian nomor dan nama tersebut dimaksudkan agar kelak pengantin dan keluarga dapat memberikan hadiah yang sama ketika sang pemberi angpao membuat acara. Kadang akan ada stigma negatif dari tradisi ini dengan disebut sebagai sikap pamrih, tetapi ketika sebuah kelompok manusia sudah membuat aturan tradisi maka hal tersebut sebenarnya ada manfaatnya. Selagi aku belum dapat informasi jelas tentang kebiasaan tersebut, lebih baik kutinggalkan saja dengan kesan unik      yang sedikit merepotkan penerima tamu :P

Gelly dan Aldo memilih tema pesta era 20an dengan nuansa warna black and gold. Malam itu semua tamu disuguhi hidangan Italia oleh Mamma Rosy. It was a rare experience for me to taste different kind of (mostly) no-pasta dishes from Italy (Ming bukan orang yang suka bertualang rasa kecuali ada kata "sushi" di dalam menunya). Mereka menyajikan aneka macam hidangan dengan perpaduan bayam dan terutama mayonnaise! yep, mayonnaise eveeeerywheeere. Kekentalan mayonneise disajikan sebagai saus cocolan pada hidangan Ravioli con Aioli, lalu saus pada smoked beef yang diberi olive di atasnya, dan juga salad dengan kentang, wortel, dan kacang polong rebus. Karena ini restoran italia, tidak akan pernah lupa sang koki untuk menyajikan pizza andalannya, pizzas full of cheese and pizzas with beef and everything as the topping. All these foods won't complete without a perfect drink special made from the owner, italian shots of Limoncino. purrffect! 

oh food.

I can't tell you lot about the wedding atmosphere cause even words couldn't describe it as well as pictures of happiness. atau dengan kata lain, bingung mau menulis apa lagi.... LOL!

3 Buku Baru Pengiring Pengujung Tahun

Three new books for end of october. The Last Lover and From The Mouth of The Whale were books that I bought from Ubud Writers and Reader Festival. Mba Ranty told me I should read The Last Lover. I searched it first on google and got only 2 stars on goodreads. I was doubt it at first, but she said, "ah, goodreads, it isn't a place to depend on. I will make my own rantyreads then.." 😂 😂 😂 and for Sjon's book, I'm currently wondering how's North Europe literature especially Icelandic. I have never heard/read/known any of them before. So, From The Mouth of The Whale kinda my first experience for Icelandic seventeenth century story from a writer who ever wrote songs for Björk. How about Women in Love? I have attracted since it said "a whole cultural crisis" 😂 #easypersuadedreader
A photo posted by Prilja H. (@prilja) on

It's a big hooray for me since two weeks waited this book to come. Buku ini dikirim dari Mba Ranty yang baru saja ku kenal di Erasmus Huis ketika peluncuran buku Max Havelaar    which apparently disappointed. Di awal bulan kemarin telah terselenggara Ubud Writers & Readers Festival 2014, kebetulan Mba Ranty dengan bahagianya    of course! I will be happy as well if I were there    mengunggah foto-foto ketika ia berada di sana. Dari semua foto yang ia unggah, foto-foto sampul dan sedikit cuplikan isi dari buku-buku yang ia beli sangat menarik perhatian. Yang membuatnya menarik karena buku-buku itu bukanlah buku-buku mainstream yang dijual di toko buku import mana pun. Bahkan ternyata Mba Ranty bilang, buku-buku tersebut hanya dijual di Periplus saat pesta pecinta buku itu berlangsung. My.. I can't stop myself to not to buy some of them. Jikalau kekayaanku tak pernah habis, pertama, aku pasti sudah ada di sana dan membeli satu per satu buku yang ada di sana, bahkan buku cerita bergambar anak yang penulisnya datang ke sana juga! Kedua, kalau pun aku tak bisa datang ke sana, aku bakal ngerepotin Mba Ranty untuk membelikan semua bukunya, HAHA. Ya, intinya, I will buy em all!

Sayang disayang, uangku hanya cukup untuk membeli 2 buku dari 5 buku   even almost all   yang Mba Ranty rekomendasikan. I fell in love at the first sight with The Last Lover by Can Xue dan itu adalah perkiraan yang tepat sekali ketika Mba Ranty bercerita bahwa sang penulis hanyalah seorang perempuan lulusan SD yang dapat membuat novel sekelas Haruki Murakami, bahkan Mba Ranty bilang "Can Xue jauh lebih bagus dari Murakami"       fyi, she's one of Murakami reader who bought the special edition of Colorless Tsukuru Tazaki and His Years of Pilgrimage, you can imagine...
Aku tidak akan banyak cerita dulu tentang siapa Can Xue sekarang, simpan untuk resensi setelah aku membacanya. Seriously, I'm superdead curious!

But the most book I'm curious about is From The Mouth of The Whale by Sjón! If you know Björk then you have to know one of the song writer, Sjon. Yup, Sjón adalah pencipta beberapa lagu seperti Wanderlust dan Oceania. Again, aku tidak akan berbicara banyak dulu tentang Sjón, save the best for the last, right? Buku ini benar-benar pengalaman baru untukku, pertama karena Sjón adalah penulis yang berasal dari Islandia dan aku tidak pernah membaca satupun buku yang berasal dari pula ujung utara bumi itu     as I remember. Kedua, I have never read a saga book from north European which I thought it's correlate with Vikings, dan tak pernah aku terbayangkan untuk membaca buku tentang mereka. Well, correct me if I'm wrong.

Mungkin menarik nafas dari semuanya, Women in Love by D.H. Lawrence akan sedikit menetralisir segala surrealist yang hadir dari kedua novel sebelumnya, whoops! Did I mention 'surrealist'? Sedikit memberi kata kunci haha :P Tidak harus aku jelaskan bukan siapa D.H. Lawrence? Tentu kalian sudah tau sastrawan asal Inggris Raya yang banyak mengangkat tema psikologis dalam cerita-ceritanya. Entah membaca Women in Love sebagai pembukaku terhadap D.H. Lawrence adalah keputusan yang tepat atau tidak, yang jelas dengan sepenggal kalimat 'a profound response to a whole cultural crisis' buku ini bisa menjadi salah satu landasan dari ketertarikanku mengenai cultural crisis sendiri.

And that's it.
Now I get confused
Which book I should read first?
Some of my friends told me to write a review, especially From The Mouth of The Whale.
Should I?
Let me surprise you!
I was talking with ming when suddenly my mind lost for a moment.
For the hundred times of my life, I have vacillated about the things I should do after I finished my college. There's a phase when he said that I should focus on studying since I'm going to enroll master degree next year. It was no good to take any work since I had a chance to be a teacher. But, unfortunately, I wasn't lucky enough to get the position cause they said I hadn't fulfilled the requirement as a teacher. Since I received the email, it has been slapping me to study more and more to remedy myself so I won't do the same mistakes. But now, he said I should do something than studying. I have to do anything else... after he knew that I didn't accepted as a teacher. How could he possibly said that in my breakdown? Like I don't have any chance to get any master cause I can't be a teacher...

Oh, dear, God..
Am I doing the right thing?
I follow him respectfully cause he has more experience than me
Now, I feel like I'm losing my mind cause he told me this and then that
He said I should focus
But then I have to do anything else while I am pursuing my goal
Hey, man.. Few years ago before you told me to do anything else while I am pursuing my goal, I already did that. I could do anything I want and be good since I knew every move I've taken has a small path to reach my goal. but now, I had lost it after you said I should focus on one thing.

sometimes, I really hate that
another time, I'm glad to be that.

I don't know what am I writing here right now. I just kinda sad. I am worrying about my-ten-years-later. Am I doing all of this for me? Or anyone else?
:( 

Cemburu Buta

Iya, cemburu. Cemburu yang dimaknai sebagai perasaan iri terhadap orang lain yang terlihat lebih beruntung. Beruntung bukan karena kaya raya saja   sehingga dapat membeli banyak buku, sampah sekalipun   tetapi yang juga kaya akan pengalaman. Bukan pengalaman berjalan-jalan hedon saja, tetapi orang-orang yang kaya pengalaman karena berinteraksi dengan sekitarnya. Bagiku merekalah penjelajah sebenarnya. Bukan si tukang makan atau si tukang foto.