Showing posts with label journal. Show all posts
Showing posts with label journal. Show all posts

society: crazy is a jinx

Tristram Hillier: Alcañiz, 1961

Seorang Carl Gustav Jung pernah berkata bahwa kegilaan bukanlah hal yang harus ditakuti dan disembuhkan. Kegilaan seharusnya diterima dan dieksplorasi lebih dalam karena memberikan warna baru untuk masyarakat mono aturan.

Sayang... sepertinya pemikiran Jung itu hanya berlaku untuk orang-orang kaya saja hingga saat ini. Hanya orang-orang yang memiliki kapital (entah) sosial, simbolik, atau ekonomi yang diberikan kesempatan untuk menerima dan menjelajahi kegilaannya. Berapa banyak TV menayangkan berita seorang anggota keluarga yang tinggal di daerah pinggiran atau perkampungan dipasung karena gila? Tidur beralaskan tikar     bahkan hanya semen     dengan kaki dirantai dan diberi makan di piring besar selayaknya hewan. Apa itu disebut pemberian kebebasan untuk mengeksplorasi kegilaan mereka? Tidak. Itu malah hasil dari represi masyarakat yang menuntut mereka untuk "kembali" menjadi seorang masyarakat yang "normal" itu.

The 100-Year-Old-Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared: he stands on the right side

It's not the first book I finished this year but this book is worth to review, especially from a person who was born and live at one of the country it mentions. It isn't just about one of the best selling book all the time but about how a man from the neutral zone in the world who sicks about right side and left side. but, well, he stands on the right side ;)

3 Na(p)as Likas: usaha menyintaskan même


Bukan hal yang biasa untuk aku dan ming menonton film Indonesia yang bukan dari sutradara terpercaya    termasuk Hanung. Walau banyak tokoh terkemuka mengatakan bahwa film Indonesia sudah mulai bangkit dari keterpurukan, semua itu dikatakan ketika mereka sedang mempromosikan film mereka sendiri. Bahkan, seorang teman yang bekerja di balik layar pun suka merasa malu dengan para artis merangkap produser ketika mengomentari film yang sudah melalui proses editing. Komentar bodoh seperti orang awam yang tidak tahu film itu apa dan bagaimana.

Hari ini ming mengajakku menonton sebuah film yang di balik layarnya ada kedua orang temannya ketika berkuliah. Judul filmnya "3 Nafas Likas"     bahkan menulis kegiatan keluar-masuk udara dari mulut atau hidung saja salah; napas. Melihat poster filmnya, ming langsung merasa terganggu dengan munculnya sosok aktor "Realita Cinta dan Rock n Roll" di samping aktris utama. Aktor paling buruk yang pernah Indonesia miliki sepertinya. Tapi, dia mencoba mencari sisi positif film itu dengan mencari trailer di youtube dan membaca sinopsisnya. Menarik. Skenarionya ditulis oleh orang yang dikenal ming sebagai penulis skenario yang bagus dan trailernya pun menyebutkan kata "berdasarkan kisah nyata". Oke, 14:55 film itu dimulai dengan seorang penulis perempuan yang menemui seorang perempuan tua bernama Likas untuk buku terbarunya.

Hampir di akhir cerita, sang penulis bertanya, "Lalu, apa arti kebahagiaan yang sebenarnya bagi ibu?"